3. Gangguan Pola TidurBenturan di kepala dapat mengacaukan sistem pengatur tidur dalam otak. Akibatnya, penderita mengalami insomnia, sering terbangun, atau tidur tidak nyenyak.
Kurang tidur dalam jangka panjang dapat memperburuk kelelahan, menurunkan imunitas, dan memicu stres.
4. Perubahan Emosi dan Kepribadian
Sebagian orang mengalami perubahan perilaku setelah cedera kepala, seperti menjadi lebih mudah marah, cemas, sensitif, atau depresi.
Pada kasus tertentu, kepribadian seseorang dapat berubah drastis akibat gangguan pada pusat pengendali emosi di otak.
5. Gangguan Keseimbangan dan KoordinasiCedera kepala juga memengaruhi sistem keseimbangan tubuh. Penderita sering merasa pusing, sempoyongan, atau sulit berjalan lurus.
Kondisi ini meningkatkan risiko jatuh, terutama pada lansia.
6. Nyeri Leher dan Gangguan Saraf
Benturan sering disertai cedera leher seperti whiplash. Akibatnya, muncul nyeri kronis yang menjalar ke bahu dan lengan, disertai kesemutan atau mati rasa.
Keluhan ini terjadi karena adanya tekanan pada saraf tulang belakang.