MATAJAMBI.COM - Benturan di kepala sering dianggap sepele, apalagi jika tidak disertai pingsan, muntah, atau luka terbuka. Padahal, dalam banyak kasus, dampak cedera kepala justru muncul secara perlahan dan baru terasa setelah beberapa minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian.
Tanpa penanganan yang tepat, benturan di kepala berisiko menimbulkan gangguan serius pada fungsi otak, saraf, emosi, hingga kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Cedera kepala dapat terjadi akibat berbagai aktivitas, mulai dari kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, benturan saat berolahraga, terpeleset di kamar mandi, hingga aktivitas rumah tangga sehari-hari.
Meski tidak menimbulkan luka luar, benturan tetap dapat menyebabkan gangguan pada jaringan otak, pembuluh darah, dan sistem saraf. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai traumatic brain injury (TBI) ringan hingga berat.
Ironisnya, banyak orang baru menyadari dampaknya setelah kondisi memburuk.
Berikut sejumlah dampak jangka panjang yang perlu diwaspadai setelah mengalami benturan kepala:
1. Penurunan Daya Ingat dan KonsentrasiCedera kepala dapat mengganggu kemampuan berpikir, mengingat, dan memproses informasi. Penderitanya sering merasa sulit fokus, mudah lupa, dan lambat dalam mengambil keputusan.
Kondisi ini berkaitan dengan kerusakan jaringan di area otak depan dan samping yang berperan dalam fungsi kognitif.
2. Sakit Kepala Berkepanjangan
Nyeri kepala yang terus berulang merupakan keluhan paling umum pasca benturan. Rasa sakit bisa berupa tekanan, denyutan, hingga nyeri menyerupai migrain.
Hal ini dipicu oleh perubahan pada saraf, pembuluh darah, serta otot di sekitar kepala dan leher akibat trauma.