Penyakit yang memengaruhi sistem saraf, seperti Parkinson, stroke, atau cerebral palsy, dapat mengganggu kemampuan menelan. Akibatnya, air liur lebih mudah menumpuk di mulut dan mendorong seseorang untuk sering meludah.7. Perubahan Hormonal Saat Kehamilan
Pada masa kehamilan, khususnya trimester pertama, sebagian ibu hamil mengalami peningkatan produksi air liur.
Perubahan hormon serta rasa mual yang sering muncul membuat ibu hamil cenderung lebih sering meludah. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian.
Dampak Negatif Jika Kebiasaan Sering Meludah Dibiarkan
Walau tidak selalu menandakan penyakit serius, kebiasaan sering meludah tetap dapat menimbulkan dampak negatif, antara lain:
- Menurunkan rasa percaya diri dan mengganggu interaksi sosial- Meningkatkan risiko penyebaran kuman dan penyakit
- Mengurangi kebersihan serta kesehatan mulut
- Menimbulkan rasa tidak nyaman di mulut dan tenggorokan
- Menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan tertentu yang perlu ditangani
Jika sering meludah disertai gejala lain seperti nyeri tenggorokan hebat, sulit menelan, perubahan warna atau bau air liur, atau berlangsung dalam jangka panjang tanpa sebab jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.