Masalah pada saluran cerna, seperti maag, infeksi tenggorokan, atau refluks asam lambung, sering kali membuat produksi air liur meningkat.Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat merangsang kelenjar ludah, sehingga muncul dorongan untuk meludah lebih sering.
3. Efek Samping Obat-Obatan
Beberapa obat tertentu, termasuk obat antiepilepsi, antipsikotik, serta obat tekanan darah, diketahui dapat meningkatkan produksi air liur sebagai efek samping.
Kondisi ini biasanya bersifat sementara, tetapi tetap perlu dikonsultasikan ke dokter jika dirasa mengganggu aktivitas sehari-hari.
4. Gangguan Kesehatan Mulut dan Tenggorokan
Infeksi gusi, sariawan, radang tenggorokan, infeksi gigi, hingga bau mulut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Sebagai respons, tubuh meningkatkan produksi air liur untuk melindungi jaringan mulut, sehingga seseorang menjadi lebih sering meludah.
5. Faktor Psikologis dan Kebiasaan
Stres, kecemasan, atau tekanan emosional dapat memicu kebiasaan meludah tanpa disadari.
Pada sebagian orang, meludah bahkan bisa menjadi kebiasaan refleks akibat ketegangan mental yang berlangsung lama. Mengelola kesehatan mental dengan baik dapat membantu mengurangi keluhan ini.
6. Gangguan Saraf