Pilates dikenal efektif melatih otot inti seperti perut, punggung bawah, pinggang, dan panggul. Otot inti yang kuat dapat menopang tulang belakang dengan lebih baik, sehingga tekanan pada saraf berkurang.Namun, tidak semua gerakan pilates cocok untuk penderita saraf kejepit. Karena itu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau instruktur berpengalaman sebelum mencobanya agar gerakan yang dipilih benar-benar aman.
4. Child’s Pose
Child’s pose merupakan salah satu gerakan yoga yang sangat ramah untuk penderita saraf kejepit. Posisi ini membantu meregangkan punggung bawah, pinggul, dan leher, sekaligus merilekskan tulang belakang yang tegang.
Caranya, duduk dengan tumit di bawah bokong, lutut sedikit dibuka, lalu bungkukkan tubuh ke depan hingga dada dan dahi mendekati lantai. Rentangkan tangan ke depan dan tahan posisi selama 20–30 detik. Jika terasa berat, gunakan bantal atau guling sebagai penyangga.
5. Cobra Pose
Cobra pose juga termasuk gerakan yoga yang sering direkomendasikan. Gerakan ini dilakukan dengan posisi tengkurap, lalu mengangkat dada secara perlahan dengan bantuan kedua tangan, sementara panggul tetap menempel di lantai.Tujuannya adalah membuka area punggung bawah, meningkatkan fleksibilitas tulang belakang, dan memberi ruang antar ruas tulang sehingga tekanan pada saraf berkurang. Lakukan perlahan dan hentikan jika muncul rasa nyeri.
6. Low Plank
Low plank adalah variasi plank dengan tumpuan pada siku dan ujung kaki. Gerakan ini bermanfaat untuk memperkuat otot inti yang berperan besar dalam menopang tulang belakang.
Mulai dari posisi tengkurap, tekuk siku di samping dada, lalu angkat tubuh hingga sejajar dengan lantai. Tahan 10–20 detik sesuai kemampuan. Pastikan punggung tidak melengkung atau turun agar tetap aman bagi saraf.
7. Berenang