Metronews

Tak Digubris Usai Demo, Masyarakat Adat Jambi Siap Gelar Aksi Lebih Besar Tutup Helen’s

0

0

matajambi |

Jumat, 02 Jan 2026 19:43 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Tak Digubris Usai Demo, Masyarakat Adat Jambi Siap Gelar Aksi Lebih Besar Tutup Helen’s - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Pasca aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu (ALAT JITU) pada Rabu, 31 Desember 2025, tuntutan penutupan permanen Helen’s Play Mart hingga kini belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak terkait.

Keberadaan tempat hiburan malam tersebut dinilai terus menuai polemik karena dianggap bertentangan dengan nilai adat, budaya, dan norma agama yang dijunjung tinggi masyarakat Melayu Jambi.

Koordinator ALAT JITU, Adean Teguh, menegaskan bahwa gerakan penolakan terhadap Helen’s Play Mart tidak akan berhenti hanya pada aksi unjuk rasa. Menurutnya, masyarakat adat akan terus melakukan konsolidasi dan langkah lanjutan hingga tuntutan penutupan permanen benar-benar direalisasikan.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Perjuangan ini akan terus kami lanjutkan bersama barisan masyarakat adat Melayu Jambi Bersatu sampai Helen’s benar-benar ditutup secara permanen,” ujar Adean Teguh, Jumat, 2 Januari 2026.

Baca Juga:

Cuma Segini! Biaya Lengkap Pembuatan SIM 2026 dari A sampai D

ALAT JITU yang merupakan gabungan berbagai lembaga adat, organisasi masyarakat, dan elemen sosial di Jambi menyatakan memiliki satu pandangan dalam menyikapi persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Saat ini, fokus utama mereka tertuju pada aktivitas Helen’s Play Mart, sebuah usaha hiburan malam berkonsep anak muda yang diduga menyuguhkan minuman beralkohol dan dinilai membawa dampak negatif bagi generasi muda.

Menurut ALAT JITU, keberadaan tempat hiburan malam tersebut telah mendorong pergeseran nilai dan gaya hidup yang menjauh dari norma adat, budaya, dan agama masyarakat Melayu Jambi.

Selain itu, beredar pula laporan masyarakat terkait dugaan sering terjadinya keributan antar pengunjung, yang diduga dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol.

Baca Juga:

Rahasia Segar dan Sehat: Ini Manfaat Buah Kelapa Hijau yang Wajib Kamu Tahu

Aspek lain yang menjadi sorotan adalah tampilan pengunjung, khususnya perempuan, yang dinilai tidak mencerminkan etika dan kesopanan adat setempat.

Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat bahwa Helen’s Play Mart bukan sekadar tempat hiburan, melainkan diduga menjadi ruang terjadinya perilaku menyimpang yang berpotensi merusak moral generasi muda.

ALAT JITU juga mendesak pemerintah daerah serta lintas sektor terkait agar segera mencabut seluruh perizinan Helen’s Play Mart dan menghentikan operasionalnya.

Mereka menilai azas manfaat keberadaan tempat tersebut lebih banyak membawa mudarat dibandingkan manfaat bagi masyarakat.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER