Gangguan kesehatan ringan seperti alergi, nyeri otot, atau gangguan pencernaan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat tidur. Selain itu, stres dan kecemasan juga dapat membuat pikiran tetap aktif sehingga seseorang lebih mudah terbangun di malam hari.Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa gangguan tidur ringan dapat dipicu oleh pola hidup yang tidak teratur, seperti jam kerja yang berubah-ubah atau kebiasaan begadang.
Jika terjadi dalam jangka panjang, light sleeper dapat menyebabkan kelelahan kronis, penurunan daya ingat, serta gangguan suasana hati. Kurangnya kualitas tidur juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan gangguan metabolisme.
Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol beberapa jam sebelum tidur dapat membantu tubuh lebih mudah beristirahat. Menghindari penggunaan gawai menjelang waktu tidur juga penting untuk menjaga produksi hormon melatonin.
Menggunakan penutup mata atau penyumbat telinga dapat membantu mengurangi gangguan cahaya dan suara. Selain itu, menjaga suhu kamar tetap nyaman serta menciptakan suasana tidur yang tenang dapat meningkatkan kualitas tidur.Melakukan relaksasi seperti mandi air hangat, meditasi, atau latihan pernapasan sebelum tidur juga dapat membantu tubuh lebih rileks. Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap hari merupakan langkah penting untuk membantu tubuh membentuk ritme tidur yang sehat.
Memastikan kasur dan bantal dalam kondisi nyaman juga berperan besar dalam menciptakan kualitas tidur yang lebih baik.
Light sleeper merupakan kondisi ketika seseorang mudah terbangun karena gangguan kecil di lingkungan sekitar. Meski tidak berbahaya, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan jika berlangsung dalam jangka panjang.
Dengan menerapkan pola tidur yang sehat dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, kualitas istirahat dapat ditingkatkan sehingga tubuh tetap bugar dan produktif.