4. Gula Darah RendahTidak makan dalam waktu lama, melewatkan sarapan, atau aktivitas fisik tanpa asupan energi yang cukup dapat menyebabkan gula darah turun drastis. Otak yang kekurangan glukosa akan terganggu fungsinya, sehingga memicu pusing, keringat dingin, gemetar, dan rasa lapar berlebihan.
5. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat, seperti obat penurun tekanan darah, antidepresan, dan diuretik, dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Saat berdiri, tubuh menjadi kesulitan menjaga kestabilan tekanan darah, sehingga muncul rasa pusing atau hampir jatuh.
6. Kehamilan dan Menstruasi
Perubahan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan atau menstruasi dapat memengaruhi pelebaran pembuluh darah dan sirkulasi darah. Selain itu, risiko anemia pada fase ini juga meningkat, sehingga pusing saat berdiri lebih mudah terjadi.
7. Gangguan Jantung atau Sistem Saraf
Masalah pada jantung atau sistem saraf otonom dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur tekanan darah. Akibatnya, penyesuaian aliran darah saat berdiri menjadi tidak optimal. Biasanya kondisi ini disertai gejala lain, seperti jantung berdebar, nyeri dada, atau rasa lemah yang menetap.
Cara Mencegah Pusing Saat Berdiri
Pada banyak kasus, pusing saat berdiri bisa mereda dengan sendirinya. Namun, jika sering berulang, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
1. Bangun Secara Bertahap
Hindari berdiri secara tiba-tiba. Saat bangun dari tidur, duduklah terlebih dahulu di tepi tempat tidur selama beberapa detik sebelum berdiri. Cara ini membantu tubuh menyesuaikan tekanan darah secara perlahan.